Definisi Obat Berdasarkan Target Susunan Syaraf Pusat (SSP)

Posted by Andi Kusuma

FARMACIA | Definisi Obat Berdasarkan SSP - Beberapa definisi obat yang diindikasikan untuk beberapa penyakit, jika klasifikasikan menurut daerah tempat terjadinya penyakit diantaranya yakni Susunan Syaraf Pusat (SSP). Berikut ini adalah obat yang bekerja di SSP, diantaranya :

- Obat Analgetika dan Antipiretika : Obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kasadaran. Sedangkan bila menurunkan panas disebut Antipiretika.

- ObatAntimigrain : Obat yang mengobati penyakit berciri serangan-serangan berkala dari nyeri hebat pada satu sisi.

- Obat Anti Reumatik : Obat yang digunakan untuk mengobati atau menghilangkan rasa nyeri pada sendi/otot, disebut juga anti encok.

- Obat Anestetik : a). Anestetik Lokal : Obat yang merintangi secara reversible penerusan impuls-impuls syaraf ke SSP (susunan syaraf pusat) pada kegunaan lokal dengan demikian dapat menghilangkan rasa nyeri, gatal-gatal, panas atau dingin. b). Anestetika Umum : Obat yang dapat menimbulkan suatu keadaan depresi pada pusat-pusat syaraf tertentu yang bersifat reversible, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan.

- Hipnotika : Obat yang dalam dosis terapi dapat mempertinggi keinginan tubuh normal untuk tidur. Bila dosis rendah disebut sedativa (obat pereda/penenang)

- Obat Anti Depresan : Obat yang dapat memperbaiki suasana jiwa dapat menghilangkan atau meringankan gejala-gejala keadaan murung yang tidak disebabkan oleh kesulitan sosial, ekonomi dan obat-obatan serta penyakit.

- Neuroleptika : Obat yang dapat menekan fungsi-fungsi psikis (jiwa) tertentu tanpa menekan fungsi-fungsi umum seperti berfikir dan berkelakuan normal.

- Obat Antiepileptika : Obat yang dapat menghentikan penyakit ayan, yaitu suatu penyakit gangguan syaraf yang ditimbul secara tiba-tiba dan berkala, adakalanya disertai perubahan-perubahan kesadaran.

- Obat Antiemetika : Obat untuk mencegah / menghentikan muntah akibat stimulasi pusat muntah yang disebabkan oleh rangsangan lambung usus, melalui CTZ (Cheme Receptor Trigger Zone) dan melalui kulit otak.

Demikian penjelasan obat berdasarkan daerah kerjanya di Susunan Syaraf Pusat (SSP). Semoga bermanfaat.